Showing posts with label ipa smk. Show all posts
Showing posts with label ipa smk. Show all posts

Sunday, September 23, 2012

POLUSI (POLLUTION) : JENIS-JENIS POLUSI PADA LINGKUNGAN KERJA

(Materi IPA khusus siswa SMK) 

Standar kompetensi : 2. Memahami polusi dan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan.
Kompetensi dasar : 2.2. Mengidentifikasi jenis polusi pada lingkungan kerja.

Pengertian polusi
Polusi adalah masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya (UU RI No.23 Tahun 1997).

Zat yang menyebabkan polusi disebut polutan.
Syarat-syarat suatu zat disebut polutan adalah :
1. Berada di tempat yang tidak tepat
2. Berada di waktu yang tidak tepat
3. Jumlahnya melebihi ambang batas

Jika zat yang bersifat polutan mencemari alam, alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi lingkungan yang telah tercemar melalui proses pemurnian secara alami, namun jika jumlah polutannya telah melebihi ambang batas, maka kemampuan alam untuk memurnikan kembali kondisinya menjadi turun, hingga alam mengalami kerusakan.

Macam-macam polusi :
1. Polusi udara (air pollution)
2. Polusi air (water pollution)
3. Polusi tanah (soil pollution)
4. Polusi suara (noise pollution)
5. Polusi cahaya (lihgt pollution)

1.Polusi udara
Polusi udara disebabkan oleh polutan yang berbentuk :
a. Partikulat, yaitu zat padat yang terbawa aliran udara. Contoh : debu, Pb (timbal), Cd (cadmium), Fe (besi), Cu (tembaga), Sn (timah), partikel asbes, pollen (serbuk sari bunga)
b. Gas, yaitu senyawa berbentuk gas yang mengganggu. Contoh : CO, CO2, NO, N2O, NOx (NO2  dan NO3), SOx (SO2  dan SO3), H2S, uap HCl, uap H2SO4, NH3, HF, Cl2, CH4 (metana), C6H6 (benzene), O3, CFC (chloro fluoro carbon), VOC (volatile organic compound).

Sumber polusi udara :
1. Outdoor pollution : aktivitas vulkanik, kebakaran hutan, asap industri, asap kendaraan, debu jalanan, abu sisa pembakaran, dll.
2. Indoor pollution : asap rokok, asap kompor, dll.

Indikator polusi udara. Indikator polusi udara adalah faktor-faktor yang dapat memberi petunjuk telah terjadinya polusi di suatu tempat (lingkungan). Indikator polusi udara antara lain :
1. Fisika : warna
2. Kimia : konsentrasi polutan di udara
3. Biologi : ada tidaknya lumut kerak (lichenes) dan kunang-kunang, jika masih terdapat lichenes dan kunang-kunang berarti kondisi udara di tempat tersebut masih cukup bersih.
lumut kerak (lichenes)
lumut kerak (lichenes)












lumut kerak (lichenes)














2.Polusi Air
Air yang bersih (memenuhi syarat untuk dikonsumsi) memiliki ciri-ciri :
1. Tidak berwarna
2. Tidak berbau
3. Tidak berasa
4. Tidak mengandung mikroorganisme patogen (penyebab penyakit)
5. Tidak mengandung unsur atau senyawa kimia berbahaya.

Polutan di air meliputi :
1. Limbah organik yang mudah membusuk (diurai bakteri aerob)
2. Limbah organik/anorganik (kayu, kertas, plastik, tumpahan minyak, asam, garam, logam berat, sisa pupuk, pestisida)
3. Sedimen/endapan (pasir, lempung, lumpur, batuan)
4. Limbah bahan radioaktif (Radon, Iodin, Uranium)
5. Limbah penyebab penyakit infeksi (limbah rumah sakit baik berupa sampel pasien maupun sisa organ amputasi/operasi yang mengandung bakteri, virus, protozoa, dan cacing parasit)

Sumber polusi air :
1. Point sources (sumber langsung) : pembuangan sampah langsung ke badan perairan.
2. Non point sources (sumber tak langsung) : area pertanian/peternakan/industri/perkantoran, rembesan septic tank, partikel yang terbawa udara, dll.

Indikator polusi air :
1. Fisika : warna, bau, kejernihan, kekentalan, suhu, adanya endapan
Kejernihan air diukur dengan suatu alat yang disebut keping Secchi.
keping Secchi










2. Kimia : DO, BOD, pH, salinitas, nutrisi (N, P, C), logam berat (Pb, Cd, Hg)
DO (Dissolved Oxygen) yaitu jumlah oksigen terlarut dalam air. Semakin tinggi nilai DO maka kondisi air semakin baik, sedangkan semakin rendah nilai DO maka kondisi air semakin jelek.
BOD (Biochemical Oxygen Demand) yaitu jumlah oksigen yang digunakan organisme di dalam air. Nilai BOD air yang rendah menunjukkan kondisi air yang baik, sedangkan nilai BOD air yang tinggi menunjukkan kondisi air yang jelek. Nilai DO berbanding terbalik dengan nilai DO. Semakin tinggi nilai DO maka semakin rendah pula nilai BOD-nya.
pH air adalah derajat keasaman air. Air bersifat asam jika mengandung ion H+ dan air bersifat basa jika mengandung ion OH-. pH air normal berkisar 6,5 – 9,0.
Salinitas adalah kadar garam/banyaknya garam per m3 volume air.
3. Biologi : bakteri coliform (Eschericia coli), protozoa parasit, dan plankton.
Air tercemar jika mengandung bakteri coliform dan protozoa parasit.
Air cukup bersih jika masih mengandung fitoplankton (Diatom dan Dinoflagellata) dan zooplankton (Rotifera)

bakteri coliform
diatom












3.Polusi Tanah
Polutan :
1. Limbah padat : kertas, plastik, kayu, kaca, karet, dll.
2. Logam berat : Cd, Pb, Cr, Cu, Fe, Ni
3. Bahan kimia : pestisida, garam mineral, dll.

Sumber polusi tanah :
1. Kegiatan rumah tangga
2. Kegiatan industri
3. Kegiatan pertanian
4. Pasar
5. Dll.

Indikator polusi tanah :
1. Fisika : warna, kedalaman lapisan, kepadatan tanah, porositas dan tekstur tanah, endapan, suhu, kadar air tanah.
2. Kimia : pH, salinitas, kandungan senyawa organik, logam berat, unsur radioaktif.
3. Biologi : adanya cacing tanah

4.Polusi suara
Polusi suara ditandai dengan adanya kebisingan. Kebisingan yaitu bunyi/suara yang tidak dikehendaki dan dapat mengganggu kesehatan, kenyamanan, serta dapat menimbulkan ketulian.
Polutan pada polusi tanah berupa suara bising lebih dari 85 desibel. Angka ini merupakan nilai ambang batas suara.

Sumber polusi suara :
1. Suara bising peluncuran roket/satelit
2. Suara mesin pesawat terbang
3. Suara bising mesin industri
4. Suara bising alat musik dan pengeras suara
5. Dll.

Indikator polusi suara : kebisingan

5.Polusi cahaya
Polusi cahaya ditandai dengan adanya cahaya yang menyilaukan. Polutannya berupa cahaya lampu buatan yang berlebihan.

Sumber polusi cahaya :
1. Cahaya langit perkotaan
2. Light trespas, masuknya cahaya yang tidak diinginkan ke dalam rumah
3. Pendar cahaya yang menyilaukan
4. Clutter/pengelompokan cahaya buatan di perkotaan

Indikator polusi cahaya : Silau oleh pendar cahaya.
foto satelit polusi cahaya














Polusi dan Polutan di Lingkungan Kerja
Polusi yang terjadi di lingkungan kerja meliputi : polusi udara, air, tanah, suara, dan cahaya. Berikut ini adalah beberapa contoh jenis polutan di beberapa lingkungan kerja.
1. Agrikultur (pertanian/perkebunan)
Polutan : partikel tanah, nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), amonia (NH3), amonium (NH4), dan pestisida.
Berdasarkan sasaran hamanya, pestisida dibagai menjadi :
Insektisida = untuk membasmi hama serangga
Fungisida = untuk membasmi hama jamur
Herbisida = untuk membasmi hama gulma (tanaman pengganggu)
Nematisida = untuk membasmi hama cacing
Rodentisida = untuk membasmi hama hewan pengerat
Malakosida = untuk membasmi hama siput
2. Pertambangan
Polutan : sianida (HCN), arsenik (As), merkuri (Hg), tumpahan minyak, materi radioaktif, dan sulfur (S).
3. Industri tekstil
Polutan : tetrakloroetilen, metilen klorida, klorobenzena, toluen, benzena, Nox, pewarna pakaian, dan desinfektan (seperti insektisida).
4. Rumah sakit
Polutan : sisa obat-obatan, alat kesehatan bekas pakai (masker, jarum injeksi, kapas, plester, perban, dll), dan materi radioaktif (dari bagian radiologi rumah sakit).
5. Industri kertas
Polutan : natrium hidroksida (NaOH), klorin (Cl2), dan klorin dioksida (ClO2).
6. Perminyakan
Polutan : tumpahan minyak, nitrogen oksida (NOx), sulfur dioksida (SO2), senyawa organik mudah menguap (volatile), dan logam berat.

Untuk mengetahui terjadinya polusi di lingkungan kerja, perlu dilakukan pengukuran-pengukuran faktor fisika, kimia, dan biologi di lingkungan kerja yang disebut dengan indikator polusi.

Sumber :
Ernawati, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMK dan MAK Kelas XI. Penerbit Erlangga : Jakarta.

@fitri_nurhati

Saturday, September 22, 2012

JENIS-JENIS LIMBAH

(Materi IPA khusus untuk siswa SMK)

Standar kompetensi : 2. Memahami polusi dan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan.
Kompetensi dasar : 2.1. Mengidentifikasi jenis limbah.

Pengertian limbah
Limbah adalah sisa/buangan dari suatu usaha dan/atau kegiatan manusia. (PP No. 18 Tahun 1999 Jo PP 85/1999).

Limbah dapat dikelompokkan berdasarkan materi penyusunnya, jenis, wujud, sumbernya, dan kemampuannya untuk didaur ulang.

Pembagian limbah berdasarkan materi penyusunnya :
1. Unsur /atom. Contoh : mercury (Hg), timbal (Pb), arsen (As), kadmium (Cd), iodin (I).
2. Molekul/senyawa. Contoh : karbondioksida (CO2), karbonmonoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2).
3. Campuran/gabungan. Contoh : pasir, lumpur, tanah lempung.

Pembagian limbah berdasarkan jenisnya :
1. Limbah organik. Yaitu limbah yang berasal dari makhluk hidup dan mudah membusuk/diuraikan mikroorganisme. Contoh : sisa makanan, sisa sayuran, bangkai binatang, dll.
2. Limbah anorganik. Yaitu limbah yang tidak berasal dari makhluk hidup dan sulit membusuk/sulit diuraikan mikroorganisme. Contoh : plastik, logam, kaca, dll.
3. Limbah khusus (B3). Yaitu sisa suatu kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun, yang karena sifat dan atau konsentrasinya, baik secara langsung maupun tak langsung merusak lingkungan hidup, kesehatan, maupun manusia. (PP RI No. 18/1999).

Limbah B3 memiliki karakteristik antara lain :
a. Mudah terbakar (flammable), yaitu limbah yang jika berdekatan dengan api, percikan api, gesekan  atau sumber nyala lain akan mudah menyala atau terbakar dan bila telah menyala akan terus terbakar hebat dalam waktu lama.
b. Mudah meledak (explosive), yaitu limbah yang pada suhu dan tekanan standar (25oC, 760 mmHg) dapat meledak atau melalui reaksi kimia/fisika dapat menimbulkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan sekitar.
c. Beracun (toxic), yaitu limbah  yang  mengandung pencemar  yang  bersifat  racun  bagi  manusia  atau lingkungan  yang  dapat  menyebabkan  kematian  atau sakit  yang  serius  apabila  masuk  ke  dalam  tubuh melalui pernafasan, kulit, atau mulut.
d. Mengiritasi (irritant), yaitu limbah yang memiliki sifat : Menyebabkan iritasi (terbakar) pada kulit; Menyebabkan  proses  pengkaratan  pada  lempeng baja  (SAE  1020)  dengan  laju  korosi  lebih  besar dari  6,35  mm/tahun  dengan  temperatur  pengujian 55 °C; Mempunyai  pH  sama  atau  kurang  dari  2  untuk limbah  bersifat  asam  atau  lebih  besar  dari  12,5 untuk yang bersifat basa.
e. Menginfeksi (infective), yaitu limbah yang mudah menimbulkan infeksi (masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh sehingga menimbulkan gejala-gejala sakit) seperti : bagian tubuh manusia yang diamputasi; cairan dari tubuh manusia yang terkena infeksi; limbah dari laboratorium; limbah lainnya yang terinfeksi kuman penyakit yang dapat menular.
f. Menimbulkan kanker (carcinogenic).
g. Menimbulkan mutasi (mutagenic). Mutasi yaitu perubahan susunan genetik yang terjadi pada makhluk hidup yang disebabkan oleh faktor dari luar/dalam sehingga makhluk hidup tersebut memiliki sifat baru.
h. Menimbulkan kecacatan janin (teratogenic).
simbol bahan kimia berbahaya













Pembagian limbah berdasarkan bentuk/wujudnya :
1. Limbah Padat. Sering juga disebut sampah. Limbah padat diklasifikasikan menjadi 6 yaitu :
a. Sampah organik mudah busuk (garbage), contoh : sisa makanan, sampah sayuran, kulit buah-buahan.
b. Sampah anorganik dan organik tak membusuk (rubbish), contoh : selulosa, kertas, plastik, kaca, logam.
c. Sampah abu (ashes), contoh : abu hasil pembakaran sampah.
d. Sampah bangkai binatang (dead animal), contoh : bangkai tikus, ikan, dan binatang ternak yang mati.
e. Sampah sapuan (street sweeping), contoh : daun yang rontok dari pohon, kertas, plastik.
f. Sampah industri (industrial waste), contoh : ampas tahu pada industri tahu.
2. Limbah Cair. Yaitu segala jenis limbah yang berwujud cairan berupa air beserta bahan-bahan buangan lain yang tercampur (tersuspensi) maupun terlarut dalam air. Limbah cair diklasifikasikan menjadi 4 kelompok :
a. Limbah cair domestik (domestic waste water), yaitu limbah cair hasil buangan dari perumahan (rumah tangga), perkantoran, bangunan perdagangan, dan sarana sejenis. Contoh : air deterjen sisa cucian.
b. Limbah cair industri (industrial waste water), yaitu limbah cair hasil buangan industri. Contoh : air sisa cucian daging, buah dan sayur dari industri pengolahan makanan, cairan sisa pewarna tekstil dari industri tekstil.
c. Rembesan dan luapan (infiltration and inflow), yaitu limbah cair yang berasal dari berbagai sumber yang memasuki saluran pembuangan limbah cair melalui rembesan ke dalam tanah atau melalui luapan dari permukaan. Contoh : luapan air buangan talang atap, pendingin ruangan, pertanian atau perkebunan.
d. Air hujan (storm water), yaitu limbah cair yang berasal dari aliran air hujan di atas permukaan tanah.
3. Limbah Gas. Contoh : CO, CO2, NOx, SOx, HCl, H2SO4, NH3, HF, Cl2, CH4.

Pembagian limbah berdasarkan sumbernya :
1. Limbah domestik, yaitu limbah yang berasal dari kegiatan rumah tangga, termasuk juga restoran, rumah makan, dan gedung perkantoran.
Contoh : sisa makanan, sisa sayuran, kertas, kaleng, plastik, air sabun, deterjen, faeces dan urin.
2. Limbah industri, yaitu limbah yang dihasilkan dari kegiatan/proses industri.
Contoh : sisa logam, kertas, logam berat, gas hasil pembakaran, dll.
3. Limbah pertanian, yaitu limbah yang dihasilkan dari kegiatan pertanian dan perkebunan.
Contoh : limbah pupuk, pestisida, sisa tumbuhan.
4. Limbah pertambangan, yaitu limbah yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan.
Contoh : logam, batuan, logam berat, ceceran minyak/bahan bakar.

Baku mutu lingkungan
Yaitu ukuran batas/kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup. (UU RI No. 23 Tahun 1997)

Baku mutu lingkungan juga dapat diartikan sebagai ambang batas/batas kadar maksimum suatu zat/komponen yang diperbolehkan berada di lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif.

Tabel baku mutu lingkungan beberapa jenis limbah.

Jenis limbah Baku mutu lingkungan
Mercury         0,001 mg/l
Arsenik         0,01 mg/l
Boron         0,3 mg/l
Kadmium         0,003 mg/l
Tembaga         2 mg/l
Sianida           0,07 mg/l

Sumber :
Ernawati, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMK dan MAK Kelas XI. Penerbit Erlangga : Jakarta.

@fitri_nurhati

 

©2009 I Love Science | by TNB