Showing posts with label tips belajar. Show all posts
Showing posts with label tips belajar. Show all posts

Thursday, November 3, 2011

TIPS SUKSES MENGERJAKAN SOAL-SOAL IPA (BIOLOGI, FISIKA, KIMIA)

Untuk siswa dan siswi sekolah dasar dan sekolah menengah, setelah bersungguh-sungguh belajar, sudahkah kalian siap menghadapi tes atau ujian?

Mengerjakan soal tes/ujian itu akan terasa mudah jika kalian menguasai bahan ujinya, dan tes/ujian itu akan terasa sangat tulis ketika kalian belum/tidak menguasai bahan ujianya. Nah, apa sajakah langkah yang bisa ditempuh untuk meraih sukses dalam tes/ujian. Setelah kalian bersungguh-sungguh belajar, inilah caranya. Tulisan ini merupakan lanjutan tulisan tentang Tips Sukses Belajar IPA, yang akan memaparkan sedikit tips untuk menaklukkan soal-soal tes/ujian IPA. Semoga bermanfaat. Nah, berikut ini tips sukses untuk mengerjakan soal-soal IPA :
1. Mulailah seluruh kegiatan dengan doa. Semoga Dia membimbing kita dalam kegiatan tersebut.
2. Buang jauh-jauh setiap niat dan kesempatan untuk berbuat tidak jujur dan curang dalam mengerjakan soal-soal nanti. Mengerjakan dengan jujur sesuai kemampuan yang dimiliki itu lebih baik dan lebih utama dibandingkan mengerjakan dengan cara tidak jujur dengan cara, alasan, dan tujuan apapun. Kejujuran itu adalah modal utama meraih kebahagiaan. Nantinya yang akan merasakan dampaknya adalah diri sendiri. Awal pembentukan karakter yang mulia bisa jadi berawal disini.
3. Menyiapkan energi yang cukup untuk berfikir. Usahakan sebelum tes/ujian kalian sudah makan/sarapan. Berfikir itu memerlukan energi yang cukup besar untuk kerja otak, jadi bantulah tubuh kalian sendiri dengan menyediakan nutrisi yang cukup.
4. Menyiapkan seluruh perlengkapan tes/ujian dengan baik, yakinkan bahwa di tempat alat tulismu sudah tersedia : bolpoin, pensil, penghapus, rautan pensil, penggaris. Minimal ada alat-alat itu.
5. Akan lebih baik membawa alat penunjuk waktu (jam tangan) agar bisa memperhitungkan waktu dalam mengerjakan soal.
6. Selalu awali mengisi lembar jawab dengan melengkapi identitas. Menuliskan nama, kelas, dll. kelihatannya sepele, namun jika sampai lupa bisa berakibat fatal. Jadi jangan sampai hal ini nantinya akan menyulitkan kalian.
7. Setelah menerima soal, periksa dengan baik keutuhan dan kelengkapan soal, tentang jumlah halamannya, cetakannya, dan jumlah soalnya. Sempatkan melihat sekilas tipe-tipe soalnya.
8. Mulailah mengerjakan soal. Baca dengan teliti petunjuk umum untuk mengerjakan soal. Jika menemukan soal yang tidak jelas/tidak lengkap segera laporkan kepada pengawas.
9. Perhitungkan antara jumlah soal dan waktu yang disediakan, perkirakan untuk setiap soal memerlukan waktu berapa menit, usahakan menggunakan waktu seefisien mungkin.
10. Mulailah mengerjakan dari soal-soal yang dianggap mudah, lewati dulu soal yang dirasa sulit atau sangat sulit.
11. Setelah selesai mengerjakan soal-soal yang dianggap mudah, mulailah mengerjakan soal yang agak sulit, sulit, atau sangat sulit dengan mempertimbangkan waktu yang tersedia. Jangan terpaku pada salah satu soal yang terasa sangat sulit sehingga membuang banyak waktu. Khusus untuk soal yang sangat sulit, sempatkan untuk mencatatnya di lembar kertas buram (untuk mencoba mengerjakan lagi/mencari jawabannya setelah tes/ujian selesai)
12. Untuk soal-soal yang perlu mengerjakan dalam waktu lama, seperti soal hitungan yang proses mengerjakannya bertingkat dan memerlukan banyak rumus dan hitungan, kerjakan dengan sungguh-sungguh dengan mengoptimalkan waktu. Jika merasa bisa/mungkin untuk mengerjakannya, kerjakan dengan serius sampai menemukan jawaban yang tepat. Jangan dulu beralih ke soal lain, agar fokus dalam mengerjakan. Karena, jika belum selesai mengerjakan lalu beralih ke soal lain, untuk mengerjakannya lagi perlu mengulang lagi dari awal.

Untuk soal Biologi :
13. Jika soal itu berupa kalimat, bacalah dengan teliti maksud dari pertanyaannya, pahami betul-betul tentang apa yang ditanyakan. Jika perlu ulangi beberapa kali sampai benar-benar bisa memahami maksud pertanyaan tersebut. Kemudian untuk jawaban, pilih atau jawab yang benar-benar ‘nyambung’ dengan kalimat di soal.
14. Jika pertanyaan atau pilihan jawaban itu berupa istilah biologi/bahasa latin/Yunani, ingat-ingat betul arti atau maknanya. Kaitkan suatu istilah itu dengan kata yang bisa membuatmu ingat. Contoh : Organ yang merupakan bagian sistem peredaran darah adalah … (a.intestine, b.femur, c.cor, d.bisep, e.trachea). untuk menjawabnya, kalian harus memahami istilah latin untuk setiap organ. Kunci : ingat istilah di bidang kedokteran – kardiologi (yang berhubungan dengan jantung), jadi pilihan jawabannya adalah : cor.
15. Hati-hatilah untuk soal yang mengandung kata “kecuali” atau “tidak”. Pahami betul-betul makna kalimat dalam soal. Jangan terburu-buru memberi jawaban sampai benar-benar bisa memahami maksud dari soal yang disampaiikan, sekali lagi hati-hati, jangan sampai terkecoh.
16. Jika soal berupa diagram/grafik, satu-satunya cara adalah kalian bisa membaca diagram/grafik. Pahami betul-betul informasi yang disampaikan melalui tabel, kemudian jawablah sesuatu dengan kalimat pertanyaan yang disesuaikan dengan tabel. Jadi, sebelumnya belajarlah dahulu membaca diagaram/grafik. Diagram/grafik yang ditampilkan di soal bisa berupa lingkaran, batang, garis, atau yang lain. Pahami betul-betul bentuk dan angkanya.
17. Jika soal/jawaban berupa tabel, pahami informasi yang disampaikan melalui tabel tersebut. Bacalah dengan teliti tiap-tiap kolomnya. Kaitkan dengan tepat tiap kotak antara kolom (vertical) dan baris (horizontal) dalam tabel.
18. Jika soal/jawaban berupa gambar. Pahami betul maksud/informasi dari gambar tersebut. Jika gambar kurang jelas, tanyakan pada guru/pengawas. Jangan sampai keliru/salah memahami gambar dalam soal. Dalam sebuah soal, bisa jadi informasi utama itu berada di dalam gambar yang disajikan, jadi telitilah dalam memahami gambar. Namun, bisa juga jika dalam soal tersebut gambarnya adalah sebuah pengecoh atau jebakan saja. Jadi, telitilah melihat dan memahami gambar.
19. Jika dalam soal diminta untuk memberi keterangan pada gambar, pahami betul-betul nama-nama bagian dalam gambar. Jika memungkinkan, bayangkan bentuk asli dari gambar tersebut, seolah-olah kalian bisa melihat sendiri tiap-tiap bagian tersebut, kemudian perlahan-lahan ingat nama bagian-bagiannya, dan juga fungsingya.
20. Jika soal berupa skema/siklus/atau jaring-jaring, kalian bisa menggunakan logika (sesuatu yang paling masuk akal), namun yang lebih utama adalah kalian benar-benar memahami skema/siklus/jaring-jaring tersebut. Namun sebagai alternatif, gunakanlah logika kalian.
21. Jika dalam soal diminta memilih pernyataan yang benar, carilah dulu pernyataan yang salah. Pilihan yang salah itu dijadikan sebagai patokan untuk tidak memilihnya.
22. Jika soal berupa hitungan (bisa berupa kepadatan populasi, kelimpahan, jumlah/perubahan jumlah penduduk, atau yang lain), gunakan logika jika memungkinkan, namun jika tidak ingat-ingat rumus untuk menghitungnya berdasarkan besaran-besaran yang diketahui pada soal. Catat dahulu semua besaran yang diketahui, baru menggunakan rumus untuk menyelesaikan penghitungannya. Yang utama, telitilah dalam menghitung.
23. Jika ketika mengerjakan soal kalian lupa, tenangkanlah diri, jangan panik karena lupa. Ingat-ingatlah sesaat, kalau belum juga ingat, cobalah untuk mengalihkan ke soal yang lain. Jika soal yang lain sudah dikerjakan, kembalilah untuk mengerjakan soal yang kalian lupa jawabannya. Jika masih saja lupa setelah berusaha mengingat-ingat, cobalah catat kata kunci dari soal tersebut untuk kalian cari jawabannya setelah tes/ujian selesai.
24. Biologi adalah mata pelajaran yang di dalamnya banyak terdapat istilah-istilah dalam bahasa latin. Satu-satunya cara agar dalam mengerjakan soal kalian bisa sukses adalah mengetahui arti dari tiap istilah tersebut. Jika dalam mengerjakan soal kalian lupa dengan arti/makna istilah-istilah tersebut, usahakan pada saat mengerjakan soal kalian punya secarik kertas. Catatlah di kertas itu istilah-istilah yang kalian lupa, kemudian setelah tes/ujian selesai, segera cari artinya, ingat-ingat dengan baik agar pada saat tes/ujian berikutnya kalian tidak lupa lagi.
25. Dalam beberapa kasus, kalian bisa menggunakan anggota tubuh kalian untuk mengingat-ingat beberapa hal karena tubuh kalian juga merupakan bagian dari benda hidup. Contoh : peristiwa inspirasi dan ekspirasi pada pernafasan, gunakan dada dan perut kalian untuk mengamati proses bernafas. Agar lebih mudah menerapkan trik ini, sebelum kalian melaksanakan tes, biasakanlah ketika belajar kalian menggunakan anggota tubuh untuk memahami materi atau untuk menghafalkan.

Untuk Soal Fisika :
26. Untuk soal Fisika yang berupa uraian/kalimat, atau yang dilengkapi dengan gambar, tabel, grafik, atau diagram, cara mengerjakannya hampir sama dengan cara mengerjakan soal biologi.
27. Siapkan kertas buram untuk mengerjakan soal yang berupa hitungan. Jika belum ada segeralah meminta kepada pengawas.
28. Jika soal berupa hitungan dan pada soal diketahui besaran-besarannya, yang pertama harus dilakukan adalah mencatat dahulu besaran-besaran yang diketahui beserta dengan nilai dan satuannya. Setelah itu, cek sekali lagi satuannya, apakah sudah sama atau ada yang harus dikonversi. Jika ada yang harus dikonversi maka ubahlah sesuai dengan ketentuan secara matematis. Kemudian tentukan rumus untuk menghitungnya, dan hitunglah dengan teliti.
29. Jika ketika mengerjakan soal kalian lupa pada rumusnya, lihat satuan yang ditanyakan pada jawaban. Contoh : hitunglah kecepatan dari …, pada pilihan jawaban diketahui satuannya adalah m/s, maka untuk menentukan rumus kecepatan adalah dengan menggunakan besaran dari satuan m (meter) dan s (sekon). Besaran dari satuan ‘m’ adalah jarak (s) dan besaran dari satuan ‘s’ adalah waktu (t). Jadi rumusnya adalah v = s/t.
30. Jika kalian lupa dengan rumus yang harus digunakan untuk menghitungnya, perhatikan juga besaran apa saja yang diketahui pada soal. Contoh : hitunglah energi listrik yang digunakan …, jika pada soal besaran-besaran yang diketahui adalah beda potensial (V), kuat arus (i), dan waktu (t), maka ingat-ingatlah rumus yang ‘pantas’ untuk mengerjakannya, yaitu rumus yang mengandung unsur-unsur dari besaran-besaran tersebut. Jadi rumusnya adalah, W = V x i x t.
31. Jika soal berupa hitungan, kalian ingat rumusnya, namun besaran yang ditanyakan di soal tidak sama persisi urutannya dengan rumus, maka ubahlah rumus itu secara matematis dengan cara memindahkan besaran lain ke ruas yang berbeda (kanan atau kiri tanda sama dengan). Contoh : hitunglah besarnya gaya (F) yang diperlukan untuk memberi tekanan (P) sebesar … pada luas bidang tekan (A) sebesar …. Ingatlah, rumus utamanya adalah, P = F/A. Namun jika yang ditanyakan adalah F, maka ubahlah rumusnya sehingga menjadi, F = P x A. Atau bisa juga menggunakan metode rumus segitiga.
32. Jika soal berupa hitungan, kalian lupa rumusnya, dan kalian juga lupa simbol dari tiap-tiap besarannya, maka hubungkanlah besaran itu dengan istilah dalam bahasa inggrisnya. Contoh : jika yang diketahui adalah besaran massa dan percepatan, sedangkan yang ditanyakan adalah gaya, maka ingatlah…. Gaya (bahasa inggrisnya ‘Force’, sehingga simbolnya ‘F’), massa (bahasa inggrisnya ‘mass’, sehingga simbolnya ‘m’), dan percepatan (bahasa inggrisnya ‘acceleration’, sehingga simbolnya ‘a’). Jadi untuk menentukan rumusnya adalah dengan menentukan dari besaran F, m, dan a, sehingga menjadi, F = m x a.
33. Jika kalian mendapatkan soal yang menunjukkan beberapa besaran yang tidak berhubungan dengan rumus untuk mencari besaran yang ditanyakan, maka gabungkanlah beberapa rumus. Contoh : carilah besarnya daya listrik, tapi yang diketahui adalah beda potensial (V), muatan listrik (q) dan waktu (t), maka gunakanlah rumus, P = V x I, dan gantilah I dangan rumus I = q/t. Maka rumusnya menjadi, P = V x q/t. Jadi, dalam beberapa kasus, untuk mengerjakan suatu soal, gabungkanlah beberapa rumus yang saling berhubungan.
34. Jika dalam soal hitungan, angka yang diketahui berupa angka desimal yang banyak menggunakan angka nol, maka untuk mempermudah, ubahlah ke dalam bilangan berpangkat. Contoh : diketahui koefisien muai suatu benda adalah 0,000011, maka ubahlah angka itu menjadi 1,1 x 10-5 agar dalam penghitungannya menjadi lebih sederhana dan lebih mudah juga untuk penyelesaikan soalnya.

Untuk Soal Kimia :
35. Untuk soal Kimia yang berupa uraian/kalimat, atau yang dilengkapi dengan gambar, tabel, grafik, atau diagram, cara mengerjakannya hampir sama dengan cara mengerjakan soal biologi dan fisika.
36. Untuk soal Kimia yang berupa hitungan dengan menggunakan rumus, teknis dan cara mengerjakannya hampir sama dengan cara mengerjakan soal Fisika.
37. Jika pada soal menunjukkan terjadinya reaksi kimia, yang sangat perlu diingat dalam ilmu Kimia, selain harus mengetahui besaran-besaran fisik yang umumnya digunakan dalam penghitungan, juga harus benar-benar hafal nama unsur dan simbolnya. Ini mutlak harus dihafalkan.
38. Jika dalam sebuah soal disajikan sebuah reaksi kimia, pastikan bahwa reaksi kimia tersebut sudah dalam keadaan setara, artinya koefisien reaksinya sudah memenuhi hukum kekekalan massa. Jika koefisien reaksinya belum setara, setarakanlah dahulu. Dan yang perlu diperhatikan juga adalah bilangan oksidasi dari tiap unsur atau molekul yang bereaksi.
39. Untuk menentukan nama suatu senyawa, atau untuk menentukan rumus molekul suatu senyawa, yang sangat perlu untuk diperhatikan adalah mengetahui muatan suatu ion atau mengetahui bilangan oksidasinya (untuk atom maupun untuk senyawa ketika berada dalam bentuk ion), sehingga nantinya akan dihasilkan suatu senyawa baru yang netral.

Penutup
40. Sebelum mengumpulkan lembar jawaban, cek kembali identitas (nama, nomor peserta, kelas, dll), teliti lagi secara menyeluruh apakah semua soal sudah dijawab, jika ada yang terlewat atau belum selesai mengerjakan, gunakan waktu yang masih tersisa untuk segera menyelesaikannya. Dan tepat sebelum lembar jawab dikumpulkan, berdoalah agar dari usaha yang telah dilakukan akan mendapat hasil terbaik. Aamiin.


tamat


Yogyakarta, 3 November 2011
Fitri Nurhati

Monday, October 17, 2011

TIPS SUKSES BELAJAR IPA (BIOLOGI, FISIKA, KIMIA)

Ilmu Pengetahuan Alam yang terdiri dari Biologi, Fisika, dan Kimia adalah pelajaran yang menarik karena ketiganya meliputi segala sesuatu yang ada di dalam diri kita dan di sekitar kita, mulai bagian yang paling kecil (partikel penyusun atom) hingga yang paling besar (alam semesta). Namun, tak jarang, ilmu ini menjadi momok yang menakutkan dan menyeramkan bagi sebagian siswa karena alasan tertentu. Sebagian besar orang mengatakan bahwa untuk bisa mempelajari ilmu ini perlu kecerdasan yang lebih. Benarkah demikian? Jawabannya bisa YA, dan bisa juga TIDAK.

Untuk semua siswa, baik sekolah dasar maupun sekolah menengah, dalam belajar, kalian pasti punya masalah, sekecil apapun itu. Dan untuk mencapai kesukesan dalam belajar, maka masalah itu (baik yang kecil maupun yang besar) harus bisa diatasi terlebih dahulu.

Nah, secara umum, kendala yang dihadapi oleh siswa dalam mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah antara lain :
1. Tidak suka dengan pelajarannya.
2. Sulit memahami/menangkap materi pelajaran yang diberikan.
3. Tidak cocok dengan gurunya (di kelas), baik personalnya maupun cara mengajarnya.
4. Tidak memiliki buku pendukung (referensi) yang memadai.
5. Malas dan jenuh belajar.

Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, ada beberapa tips yang bisa dicoba oleh kalian agar masalah-masalah tersebut bisa diatasi dengan baik. Berikut ini tipsnya, semoga bermanfaat :
1. Awali segala sesuatu dengan niat yang baik. Suka ataupun tidak dengan pelajarannya, niatkan bahwa kalian akan belajar dan berharap mendapatkan manfaat dari ilmu yang akan dipelajari.
2. Membuat target belajar. Jika kalian suka dengan pelajarannya, buatlah target yang tinggi untuk mendapatkan hasil terbaik. Namun, jika kalian tidak suka dengan pelajarannya, buat target kalian bisa melalui setiap tahap/ujian dengan baik, buat target nilai lulus, jangan sampai hanya karena mata pelajaran yang tidak disuka langkah kalian ke depan untuk meraih cita-cita menjadi terhambat.
3. Menerima (dengan ikhlas) guru yang mengajar di kelas, siapapun guru tersebut.
4. Menjalin komunikasi yang baik dengan guru di kelas. Bersikap baik dan menghormati guru.
5. Tidak malu untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas berkaitan dengan materi pelajaran. Jika memungkinkan, tanyakan di dalam kelas, namun jika tidak memungkinkan tanyakan di luar kelas.
6. Mengerjakan setiap tugas yang diberikan oleh guru dengan sungguh-sungguh.
7. Tidak menyimpan rasa benci terhadap guru yang mengajar di kelas, karena hal ini bisa menjadi awal kegagalan kalian. Jika sampai hal ini terjadi, segera komunikasikan/sampaikan permasalahan ini kepada pihak/orang yang sanggup membantu memecahkan persoalan kalian. Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut, usahakan untuk segera menemukan solusi dari masalah ini.
8. Jika belum bisa menerima guru yang mengajar di kelas (tidak cocok dengan guru di kelas), meski telah berusaha, cari alternatif lain untuk belajar, seperti mencari guru lain di bimbingan belajar, memanggil guru privat atau guru lain yang kalian inginkan. Carilah guru yang membuat kalian merasa nyaman dalam belajar.
9. Jika memiliki masalah-masalah dalam belajar, catat dalam buku/catatan khusus, kemudian tanyakan pada guru/orang yang dianggap bisa membantu mengatasi masalah kalian dengan baik.
10. Memiliki buku referensi yang cukup untuk belajar. Semakin beragam buku referensinya, akan semakin baik. Milikilah dalam jumlah yang cukup (tidak terlalu banyak) agar lebih mudah dalam mempelajarinya.
11. Jika buku referensi yang dimiliki masih kurang sementara keadaan ekonomi tak memungkinkan, meminjam pada kakak kelas, tetangga, famili adalah langkah yang baik.
12. Memiliki buku catatan pelajaran yang rapi dan mudah dibaca.
13. Pilihlah teman yang bisa membuat kalian lebih baik dalam belajar, teman yang rajin, pintar dan baik lebih utama dijadikan teman dibandingkan teman yang malas dan tidak serius dalam belajar.
14. Membentuk kelompok belajar dengan teman dalam bentuk kelompok kecil, saling berbagi ilmu dan membangun persaingan yang sehat dalam belajar.
15. Jika kalian ketinggalan pelajaran (karena sakit atau karena alasan yang lain), segera mencari tahu materi pelajaran yang telah diajarkan. Jangan tunggu disuruh, tetapi aktiflah mencari tahu, bisa melalui teman atau guru.
16. Setiap pelajaran memerlukan konsentrasi untuk bisa menerima materi dengan baik, karena itu di dalam kelas pilihlah tempat duduk yang nyaman untuk belajar.
17. Jika timbul rasa malas dalam belajar, segera kembalikan pada tujuan kalian belajar. Untuk menjadi orang yang berhasil, pantaskah memelihara rasa malas?
18. Jika kalian merasa jenuh/bosan dalam belajar, selingi kegiatan belajar dengan hal-hal yang dapat membuat rileks dan santai agar tidak selalu tegang dan kaku, seperti menjalankan hobi yang disukai dan hiburan lain yang bersifat refreshing.
19. Mengkonsumsi makanan sehat yang mendukung stamina tubuh sehingga dapat belajar dengan baik.

Khusus untuk Biologi :
20. Karena sebagian besar materinya adalah teori, maka sering-seringlah membaca. Semakin sering membaca kalian akan semakin hafal, seperti hafalnya kalian pada rute jalan menuju ke sekolah karena setiap hari kalian melaluinya.
21. Karena di biologi banyak istilah yang mengguanakan bahasa asing (latin) dan seringkali sulit untuk mengingat/menghafalkan, maka buatlah semacam kartu istilah biologi. Kartu dengan ukurang kecil yang mudah dibawa/dimasukkan ke dalam saku. Setiap kartu memuat beberapa istilah. Sering-seringlah membaca kartu, di setiap kesempatan. Semakin sering dibaca, semakin lebih cepat hafal.
22. Membuat kartu skema/siklus/daur/proses-proses yang terjadi di biologi, seperti siklus metamorphosis, metagenesis, siklus hidup hewan-hewan avertebrata, dll. Sering-seringlah membacanya.
23. Menghafalkan istilah-istilah biologi di setiap aktivitas. Seperti, ketika di dapur, sedang membantu memasak, sambil memotong sayur juga sambil menghafalkan nama ilmiahnya, ketika kalian makan, sambil mengingat, enzim apa sajakah yang bekerja di mulut, lambung, usus halus, dll.
24. Memahami peta konsep dari materi yang dipelajari. Yakinkan bahwa kalian sudah mempelajari setiap bagian dari peta konsep tersebut dan sudah memahaminya. Jika ada bagian dari peta konsep yang belum kalian pahami, segera tanyakan atau minta penjelasan kembali dari guru/orang yang kalian perkirakan bisa membantu.
25. Gunakan imajinasi kalian untuk memahami setiap materinya. Usahakan untuk setiap hal yang dipelajari kalian bisa melihatnya dalam bentuk gambar, model, atau benda aslinya, karena ilmu biologi adalah ilmu yang riil, bukan imajiner.
26. Amati apa saja yang terjadi pada tubuh kalian, dan juga lingkungan sekitar kalian, karena penerapan ilmu biologi bisa diamati dalam tubuh kalian, dari materi yang paling kecil (DNA) hingga keseluruhan kehidupan di permukaan bumi (biosfer).
27. Seluruh kegiatan kalian dari bangun tidur sampai tidur kembali, ketika tubuh kalian bergerak, beraktivitas, dan berpikir, pelajari itu sebagai bagian dari ilmu biologi, kaitkan dengan materi pelajaran biologi. Semakin kalian menemukan banyak pertanyaan dari apa yang terjadi pada tubuh kalian, itu awal dari sebuah kepandaian. Cari segera jawabannya, dengan membaca atau bertanya kepada orang yang lebih tahu.
28. Lingkungan tempat tinggal kalian : lingkungan rumah, halaman, pemandangan sepanjang jalan yang kalian lalui, tempat-tempat baru yang kalian kunjungi, dari yang dekat sampai yang paling jauh, disana kalian akan menemukan berbagai jenis makhluk hidup yang beraneka ragam. Rekam dengan baik apa yang kalian amati dalam memori otak kalian, dari hal-hal yang kecil hingga hal-hal yang besar, cari tahu dan tanyakan segala sesuatu yang baru dan menarik perhatian kalian, kemudian lihat dan pikirkanlah bahwa seluruh makhluk hidup di permukaan bumi terbingkai dalam sebuah jarring-jaring kehidupan yang sempurna.
29. Melakukan percobaan/eksperimen atau observasi dengan sesuatu yang sederhana tentang hal-hal yang ada di sekitar kalian, seperti : mengamati perkecambahan biji tanaman, arah gerakan batang tanaman, titik tumbuh tanaman, dll.
30. Manfaatkan fasilitas Lab IPA/Lab Biologi seoptimal mungkin. Usahakan kalian mengenal dan memahami betul model, alat peraga, semua alat dan bahan serta petunjuk penggunaannya. Mintalah petunjuk guru/laboran dalam penggunaanya.
31. Memiliki dan membaca buku referensi yang cukup, akan lebih baik jika buku referensinya banyak memuat gambar-gambar yang akan memudahkan memahami materi pelajaran.
32. Mengerjakan soal-soal di buku latihan soal yang khusus (Lembar Kerja Siswa, Buku Kerja Siswa, Buku Kumpulan Soal, dll.)
33. Menyaksikan video/film/media audio visual lain yang berkaitan dengan biologi. Bisa membeli/meminjam.
34. Untuk memperkaya pengetahuan tentang ilmu biologi dan agar bisa lebih hafal dengan istilah-istilahnya dan lebih paham tentang kandungan materinya, baca dan pelajari biografi singkat dari tokoh-tokoh/ilmuwan di bidang biologi.
35. Jika kalian merasa sudah belajar sungguh-sungguh namun belum menunjukkan hasil seperti yang diharapkan, baca kembali biografi tokoh/ilmuwan di atas. Mereka menjadi ilmuwan dan nama mereka dikenang sepanjang zaman karena mereka pantang menyerah di tengah kegagalan. Diterimanya mereka di dunia science memerlukan banyak pengorbanan dan waktu yang tidak singkat. Kalau mereka bisa, pastinya kalian juga bisa.
36. Melaksanakan setiap point di atas dengan penuh kesungguhan.

Khusus untuk Fisika
37. Materi fisika terbagi dalam materi teori dan rumus. Jangan memisahkan keduanya karena masing-masing saling berkaitan. Pelajarilah keduanya bersama-sama.
38. Untuk materi yang berupa teori, pelajarilah teori itu seperti mempelajari teri biologi. Semakin sering membaca/semakin sering menggunakan, teori itu akan lebih kuat tersimpan dalam memori ingatan.
39. Memahami peta konsep dari materi yang dipelajari. Yakinkan bahwa kalian sudah mempelajari setiap bagian dari peta konsep tersebut dan sudah memahaminya. Jika ada bagian dari peta konsep yang belum kalian pahami, segera tanyakan atau minta penjelasan kembali dari guru/orang yang kalian perkirakan bisa membantu.
40. Untuk materi yang berupa rumus/hitungan, hafalkan rumusnya. Ada beberapa metode untuk menghafalkan rumus :
a) Pahami dan hafalkan besaran-besaran dalam fisika. Kaitkan symbol besaran dengan istilah dalam bahasa Inggris, karena itu saling berkaitan. Contoh, symbol untuk besaran daya adalah “P” = “Power”.
b) Untuk symbol besaran maupun satuan yang berupa huruf Yunani, pastikan kalian bisa menuliskannya dengan benar, melafalkan dengan baik, dan menghafalkan dan menerapkannya dengan tepat dalam rumus.
c) Pahami dan hafalkan satuan-satuan dalam fisika. Pahami pula yang merupakan satuan SI dan satuan bukan SI.
d) Jika lupa dengan rumus, ingatlah bentuk satuannya. Bentuk satuan itu akan menunjukkan bagaimana rumusnya. Contoh: satuan massa jenis adalah “kg/m3” maka rumusnya merupakan perbandingan antara besaran yang satuannya “kg” dan besaran yang satuannya “m3”, jadi rumusnya adalah perbandingan massa dan volume, r = m/V.
e) Membuat daftar khusus tentang besaran, symbol, dan satuannya. Jika memungkinkan dalam bentuk kartu yang mudah dibawa.
f) Pada rumus-rumus tertentu sangat berkaitan dengan hukum-hukum fisika. Jika hafal rumusnya maka secara otomatis akan hafal bunyi hukum-hukum tersebut. Contoh : Bunyi hukum Coulomb sama dengan rumus Gaya Coulomb.
41. Sebagian materi fisika adalah hitungan. Semua hitungan dalam fisika dihitung secara matematis, jadi kuasai operasi hitung matematika dengan matang.
42. Menguasai konversi satuan dengan baik dan matang. Ini adalah penghitungan secara matematis.
43. Pelajari dan kuasai teknik menghitung dengan cepat (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian).
44. Melakukan percobaan/eksperimen sederhana dengan sesuatu yang sederhana tentang hal-hal yang ada di sekitar kalian yang berkaitan dengan fisika, seperti : pemuaian, aliran kalor, mengamati prinsip kerja tuas, dll.
45. Mengkaitkan kejadian/peristiwa yang terjadi sehari-hari dengan materi fisika, seperti : perubahan energi pada lampu, kipas angin, kulkas, televis, computer, dan benda-benda lain yang ada di dalam rumah.
46. Gunakan imajinasi kalian untuk memahami konsep-konsep fisika, karena fisika adalah ilmu yang pasti dan riil. Ketika kalian melihat genangan minyak di atas air, gunakan imajinasi kalian untuk memahami konsep masa jenis zat, juga untuk contoh-contoh yang lain.
47. Memiliki dan membaca buku referensi yang cukup, akan lebih baik jika buku referensinya banyak memuat gambar-gambar yang akan memudahkan dalam belajar.
48. Memiliki dan mengerjakan soal-soal di buku latihan soal yang khusus (Lembar Kerja Siswa, Buku Kerja Siswa, Buku Kumpulan Soal, dll.)
49. Menyaksikan video/film/media audio visual lain yang berkaitan dengan fisika. Bisa membeli/meminjam.
50. Manfaatkan fasilitas Lab IPA/Lab Fisika seoptimal mungkin. Usahakan kalian mengenal dan memahami betul model, alat peraga, semua alat serta petunjuk penggunaannya. Mintalah petunjuk guru/laboran dalam penggunaanya.
51. Untuk memperkaya pengetahuan tentang ilmu fisika dan agar bisa lebih hafal dengan istilah-istilahnya, hukum-hukum dan konsep dalam fisika, baca dan pelajari biografi singkat dari tokoh-tokoh/ilmuwan di bidang fisika.
52. Jika kalian merasa sudah belajar sungguh-sungguh namun belum menunjukkan hasil seperti yang diharapkan, baca kembali biografi tokoh/ilmuwan di atas. Mereka menjadi ilmuwan dan nama mereka dikenang sepanjang zaman karena mereka pantang menyerah di tengah kegagalan. Diterimanya mereka di dunia science memerlukan banyak pengorbanan dan waktu yang tidak singkat. Kalau mereka bisa, pastinya kalian juga bisa.
53. Melaksanakan setiap point di atas dengan penuh kesungguhan.

Khusus untuk Kimia
54. Memiliki daftar Sistem Periodik Unsur, ini penting karena pondasi dari ilmu kimia adalah mengetahui lambang-lambang unsur kimia.
55. Menghafalkan nama-nama unsur kimia sebanyak mungkin beserta dengan symbol/lambang dan sifat-sifatnya.
56. Gunakan jembatan keledai untuk memudahkan menghafalkan nama-nama unsur, golongan, dan periode dalam sistem periodik unsur.
57. Memahami peta konsep dari materi yang dipelajari. Yakinkan bahwa kalian sudah mempelajari setiap bagian dari peta konsep tersebut dan sudah memahaminya. Jika ada bagian dari peta konsep yang belum kalian pahami, segera tanyakan atau minta penjelasan kembali dari guru/orang yang kalian perkirakan bisa membantu.
58. Sebagian materi kimia adalah hitungan yang menggunakan operasi hitung secara matematis. Untuk teknik menghafalkan rumus dan penghitungan, mirip seperti pada fisika.
59. Melakukan percobaan/eksperimen atau observasi dengan sesuatu yang sederhana tentang hal-hal yang ada di sekitar kalian yang terkait dengan kimia. Hampir semua bahan-bahan di dalam rumah tangga berasal dari bahan kimia. Amati dengan baik dan lakukanlah eksperimen ringan dengan menggunakan bahan-bahan tersebut, seperti : uji asam basa dengan menggunakan bahan-bahan alami yang ada di lingkungan sekitar.
60. Gunakan imajinasi kalian untuk memahami konsep atom, bentuk molekul dan reaksi kimia. Kimia adalah ilmu yang riil, bukan imajiner, namun karena ukuran atom dan molekul itu sangat kecil, kalian tetap perlu mengembangkan imajinasi dalam belajar. Kaitkanlah imajinasi kalian dengan hal-hal makro yang dapat dilihat dengan mata, seperti : perubahan-perubahan kimia di lingkungan sekitar.
61. Gunakan model atom atau molekul untuk memudahkan pemahaman tentang bentuk-bentuk atom dan molekul.
62. Memiliki dan membaca buku referensi yang cukup, akan lebih baik jika buku referensinya banyak memuat gambar-gambar yang akan memudahkan dalam belajar.
63. Memiliki dan mengerjakan soal-soal di buku latihan soal yang khusus (Lembar Kerja Siswa, Buku Kerja Siswa, Buku Kumpulan Soal, dll.)
64. Sering-seringlah mengamati komposisi bahan kimia pada bahan-bahan kimia di dalam rumah maupun pada makanan. Pikirkan dan kaitkan dengan materi pelajaran kimia.
65. Menyaksikan video/film/media audio visual lain yang berkaitan dengan kimia. Bisa membeli/meminjam.
66. Manfaatkan fasilitas Lab IPA/Lab Kimia seoptimal mungkin. Usahakan kalian mengenal dan memahami betul model, alat peraga, semua alat dan bahan serta petunjuk penggunaannya. Mintalah petunjuk guru/laboran dalam penggunaanya.
67. Untuk memperkaya pengetahuan tentang ilmu kimia dan agar bisa lebih hafal dengan istilah-istilahnya, hukum-hukum dan konsep yang berlaku dalam kimia, baca dan pelajari biografi singkat dari tokoh-tokoh/ilmuwan di bidang kimia.
68. Jika kalian merasa sudah belajar sungguh-sungguh namun belum menunjukkan hasil seperti yang diharapkan, baca kembali biografi tokoh/ilmuwan di atas. Mereka menjadi ilmuwan dan nama mereka dikenang sepanjang zaman karena mereka pantang menyerah di tengah kegagalan. Diterimanya mereka di dunia science memerlukan banyak pengorbanan dan waktu yang tidak singkat. Kalau mereka bisa, pastinya kalian juga bisa.
69. Melaksanakan setiap point di atas dengan penuh kesungguhan.

Kesimpulan
70. Tulisan di atas akan mampu membawa kepada kesuksesan jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan dengan iringan doa yang tulus. Jika hanya dibaca saja tanpa tidak lanjut, maka semua yang tertulis di atas tidak akan berarti apa-apa. Kesuksesan itu tidak diraih dengan instant, ia perlu proses dan waktu, maka jalanilah semua proses pembelajaran itu dengan kesungguhan dan rasa optimis.

Bersambung … (Tips Sukses Mengerjakan Soal-soal IPA)

Yogyakarta, 17 Oktober 2011
Fitri Nurhati, S.Si

 

©2009 I Love Science | by TNB